SISTEM PENDIDIKAN DI BELANDA



Anisa Mutiara Priyadi/SP
Sistem pendidikan di Belanda sangat berbeda dengan sistem pendidikan di Asia, Amerika, bahkan di sebagian besar wilayah Eropa. Adapun beberapa negara yang menerapkan pendidikan yang hampir sama dengan Belanda adalah Jerman dan Swedia. Salah satu perbedaan sistem pendidikan di Belanda adalah penjurusan yang sudah dimulai sejak pendidikan di tingkat dasar dengan mempertimbangkan minat dan kemampuan akademis siswa yang bersangkutan.[1]
Akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Belanda merupakan masa mengkristalnya pola pengaruh dan kekuasaan menjadi dua, pertama garis politik dan kedua garis agama.Pola inilah yang terefleksi dalam kehidupan sosial masyarakat di Belanda.Kebebasan di bidang pendidikan telah digariskan dalam Konstitusi Belanda dan ini tergambar dalam sistem pendidikan.
Majelis atau dewan pendidikan (school boards) diizinkan atas hak-hak sebagai berikut:
1.      Kebebasan mendirikan, yaitu kebebasan mendirikan sekolah berdasarkan ideologi atau keperluan masyarakat apa saja : ini berkaitan dengan kriteria kuantitatif, bukan kualitatif.
2.      Kebebasan ideologi, yaitu kebebasan bagi pejabat yang kompoten pada sekolah yang diasuh oleh denominasi agama untuk menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip penentuan sendiri jenis ideologi yang dianut.
3.      Kebebasan struktur, yaitu kebebasan bagi pejabat yang kompoten untuk menentukan isi dan metode pendidikan. Kebebasan ini dibatasi oleh negara dengan memberikan persyaratan-persyaratan kualitatif. [2]
Kesamaan kesempatan berpendidikan, perbaikan kualitas pendidikan, dan pengembangan tanggung jawab individu dan kewarganegaraan merupakan tujuan umum politik pendidikan Belanda. Secara lebih khusus, sistem pendidikan Belanda berusaha mencapai tujuan pendidikan sebagai berikut :
1.      Melaksanakan keadilan terhadap berbagai ideology yang terdapat dalam masyarakat,
2.      Meningkatkan persamaan kesempatan belajar bagi berbagai kelompok masyarakat yang berbeda-beda,
3.      Meningkatkan pertukaran kultural,
4.      Meningkatkan mobilitas dan integrasi sosial,
5.      Mempertahankan dan mengembangkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,
6.      Mendidik ahli-ahli dan mengembangkan keahliannya pada level-level yang berbeda,
7.      Meningkatkan demokratisasi dan emansipasi,
8.      Meningkatkan desentralisasi administrasi dan manajemen,
9.      Meningkatkan inovasi budaya.[4]
Secara umum, sistem pendidikan di Belanda  dapat dikategorikan sebagai berikut :
  1. Pendidikan Tingkat Dasar dan lanjutan (Primary and Secondary Education)
  2. Pendidikan Tingkat Menengah Kejuruan (Senior Secondary Vocational Education and Training)
  3. Pendidikan Tingkat Tinggi (Higher Education)
Berikut keterangan dari masing-masing sistem pendidikan tersebut :
  1. Pendidikan Tingkat Dasar dan Lanjutan (Primary and Secondary Education)
·         Wajib sejak berumur 5 tahun
·         Berlangsung selama kurang lebih 8 tahun
·         Di tahun terakhir, para siswa sudah dianjurkan untuk memilih pendidikan lanjutan yang akan mereka jalani.
2.      Pendidikan Tingkat Menengah Kejuruan
·         Dimulai sejak siswa berumur 12 tahun, dan diwajibkan sampai umur 16 tahun.
3.      Pendidikan Tingkat Tinggi
·         VMBO (Program 4 tahun) memberikan pendidikan yang merupakan gabungan dari pendidikan umum dan kejuruan (Senior Secondary Vocational and Training)
·         HAVO (5 tahun) dan VWO (6 tahun) merupakan pendidikan selektif. Dua jenis pendidikan yang memberikan akses langsung ke sistem pendidikan tingkat tinggi (HigherEducation). [1]
Pendidikan dasar diatur dengan undang-undang tahun 1920, dan undang-undang tentang Taman Kanak-kanak ditetapkan tahun 1955. Parlemen menyetujui undang-undang baru tentang Pendidikan Dasar pada tahun 1981, dan berlaku mulai tahun 1985 dan pada saat inilah Taman Kanak-kanak dan sekolah dasar digabungkan menjadi satu sehingga merupakan satu format pendidikan dasar baru bagi anak-anak mulai usia 4 tahun sampai 12 tahun. Pendidikan adalah wajib mulai usia 5 sampai 17 tahun yang ditetapkan dengan Undang-undang Wajib Belajar tahun 1975, dan antara umur ini ternyata 100% anak-anak mengikuti pendidikan. Sekolah dasar berlangsung selama 8 tahun. Sekolah-sekolah di Belanda terbagi dalam beberapa kategori, yaitu : sekolah pemerintah atau negeri (dengan jumlah murid 31% dari keseluruhan murid sekolah dasar), sekolah swasta yang bukan bersifat keagamaan (nondenominational) dengan jumlah murid 5%, sekolah Katolik Roma (32%), dan sekolah Protestan (32%). [4]
Anak-anak yang dijadikan pusat perhatian, bukan lagi bahan pelajaran.Bahan pelajaran tidak lagi ditetapkan untuk satu tahun pelajaran tertentu.Menurut pengaturan ini tidak ada lagi anak-anak yang tinggal kelas, walaupun begitu masih ada sekolah yang menerapkan sistem kenaikan kelas dan tidak naik kelas. Pelajaran diberikan disekitar 4 obyek:
1.      Kecakapan instrumental dan kebudayaan, yang mengutamakan pelajaran bahasa, termasuk bahasa inggris, menulis dan berhitung.
2.      Pengenalan dunia (sejarah, geografi, biologi, fisika, hygiene dan lalu lintas).
3.      Saluran-saluran berekspresi (kerajinan tangan, music, dan menggambar).
4.      Olahraga. [3]
Di Belanda pendidikan khusus tercatat 20 macam, mulai dari sekolah bagi anak-anak yang mengalami ketidakmampuan belajar sampai pada anak-anak dengan cacat ganda. Pendidikan khusus ini melayani anak-anak dari usia 3 tahun yang membutuhkan pertolongan lebih banyak dari anak-anak biasa, baik yang berada di sekolah dasar maupun di sekolah menengah. Pada prinsipnya, sekolah khusus disediakan bagi anak-anak pada kelompok umur yang sama. Usia yang dapat diterima pada sekolah khusus bervariasi tergantung pada jenis sekolah, dan biasanya antara usia 3 dan 6 tahun. Pada sekolah menengah umur 12 tahun ke atas dengan batas maksimum 20 tahun.Pengecualian hanya dilakukan terhadap kasus-kasus luar biasa.
Kira-kira 60% anak-anak  yang tamat dari sekolah khusus melanjutkan sekolahnya ke sekolah menengah, 6% masuk ke sekolah dasar, dan selebihnya tidak meneruskan pendidikannya. Bantuan untuk transisi dari sekolah khusus sampai mereka mendapatkan pekerjaan dikelola pada tingkat lokal.Ada usaha yang sungguh-sungguh untuk mengintegrasikan siswa-siswa cacat ke dalam kelas dan sekolah-sekolah biasa.
Struktur sekolah menengah umum dirombak seluruhnya melalui Undang-undang tentang Pendidikan Menengah (Secondary Education Act) tahun 1968 yang disebut "Mammoth Act". Semenjak itu, sekolah menengah umum terdiri dari empat jenis sekolah, yaitu :
1.      Pendidikan prauniversitas (secondary grammar school)
2.      Sekolah menengah kejuruan tingkat pertama dan tingkat atas
3.      Akademi vokasional
4.      Dan sekolah jenis lain, seperti kursus-kursus sosial bagi pekerja-pekerja muda yang diselenggarakan baik secara paruh waktu atau purna waktu.
Yang terakhir ini sesungguhnya bukanlah pendidikan nonvokasional, dan dimaksudkan bagi anak-anak muda yang pendidikan wajibnya tidak dapat diselesaikan sepenuhnya. Terdapat juga bentuk pendidikan vokasional khusus dengan pola pemagangan (apprenticeships) : siswa-siswa pengikut program menerima pendidikan teori di sekolah atau pusat pendidikan vokasional, dan pendidikan praktek dilaksanakan diperusahaan tempat mereka bekerja. Dengan pola pemagangan ini, pendidikan utama (teori) berlangsung selama dua tahun, sedangkan pendidikan praktek selama satu tahun.
Dalam tahun 1982, pendidikan menengah pada umumnya diatur secara vertikal, dengan asumsi bahwa anak-anak usia 12 tahun dapat diseleksi dan diarahkan untuk berbagai tipe pendidikan atas dasar kecenderungan atau bakat akademiknya (scholastic aptitude). Kelas transisi, tahun pertama pada sekolah menengah, menjembatani kepincangan antara sekolah dasar dan sekolah menengah, dan menentukan arah ke berbagai jenis sekolah menengah.
Pendidikan prauniversitas (VWO) berlangsung selama 6 tahun dan mempersiapkan anak-anak untuk memasuki universitas atau akademi-akademi yang lebih bersifat professional (HBO).Sekolah menengah umum tingkat atas (HAVO) berlangsung selama 5 tahun, dan sekolah menengah umum tingkat pertama (MAVO) 4 tahun.HAVO disusun terutama untuk mempersiapkan murid-murid memasuki pendidikan professional.Setelah menamatkan MAVO siswa dapat memasuki HAVO tahun keempat, dapat juga masuk ke sekolah menengah kejuruan tingkat atas (MBO), masuk ke program pemagangan, atau masuk ke pendidikan nonformal secara paruh waktu.
Pendidikan tinggi terdiri dari tiga jenis : sekolah tinggi professional, universitas, dan universitas terbuka. Sekolah tinggi professional (HBO) memberikan pendidikan teori dan praktek untuk pekerjaan yang menuntut kualifikasi keterampilan yang tinggi.Sekolah ini menerima lulusan dari berbagai sekolah menengah tingkat atas (HAVO, VWO, dan MBO).Dalam tahun-tahun 1960-an, sekolah tinggi professional yang diatur dengan Undang-undang Pendidikan Sekolah Menengah, makin dianggap sebagai bentuk pendidikan tinggi.Statusnya seperti itu diakui pada tahun 1986, dan pada tahun 1992 dengan undang-undang pendidikan.
Pendidikan universitas merupakan pendidikan akademik yang didapat secara independen dan sebagai persiapan untuk tugas-tugas dalam masyarakat yang menuntut gelar atau kualifikasi universitas. Universitas memberikan hamper 100 macam bidang studi yang menawarkan gelar, yang dapat dipilih dan disusun oleh mahasiswa, baik yang mata kuliahnya bersifat wajib atau opsional. Oleh karena terbatasnya tempat, maka keputusan dibuat setiap tahun, apakah jumlah penerimaan mahasiswa baru untuk bidang tertentu perlu dibatasi atau tidak.
Semenjak tahun 1982, pendidikan tinggi terdiri dari sistem dua lapis, lapis pertama berupa "undergraduate" yang dapat diselesaikan sampai 4 tahun, dan lapir kedua tingkat "graduate" atau Pascasarjana (1-4 tahun). Ada 14 universitas di Belanda, 10 universitas negeri, 1 universitas punya kotapraja, dan 3 buah universitas swasta.Yang dapat masuk ke universitas adalah tamatan VWO dan HBO. [4]


DAFTAR PUSTAKA :
[1] http://handinisuwarno.wordpress.com
[2] http://rifnihayati97.blogspot.com
[3] Said, M,1981,Pendidikan Abad ke-20, Jakarta : Penerbit Mutiara
[4] Nur Syah Agustiar,2002,Perbandingan Sistem Pendidikan 15 Negara,Bandung : Lubuk  Agung

No comments:

Post a Comment